Seputar Mitos Pada Ibu Hamil

Pada umumnya mitos yang berkembang di tengah-tengah masyarakat berisi tentang berbagai hal yang tak boleh dilakukan. Masing-masing daerah biasanya akan memiliki mitos tertentu yang berkembang dan dipercaya oleh masyarakatnya.

Berikut beberapa mitos yang sering kita dengar :

1. Mitos Wanita Hamil Dilarang Berhubungan Seks
Sebagian besar orang beranggapan bahwa hubungan seks di masa kehamilan berbahaya bagi janin dan bisa menimbulkan keguguran, sehingga tidak boleh dilakukan.
Namun kenyataannya, dokter menyatakan bahwa hubungan seks selama masa kehamilan tidak akan menimbulkan masalah bagi ibu dan janinnya, selama kondisi kesehatan keduanya prima.

2. Mitos: Ibu Hamil Tidak Boleh Minum Kopi
Ketika Anda minum kopi, kafein akan melewati plasenta menuju cairan ketuban dan aliran darah janin. Tubuh bayi yang masih berkembang memerlukan waktu lebih untuk memproses kafein tersebut dibandingkan tubuh Anda. Akibatnya, si Kecil akan terkena efek kafein yang lebih lama dari ibunya.
American College of Obstetricians and Gynecologists mengatakan bahwa sejauh ini, asupan kafein kurang dari 200 mg tidak meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur. Sebaliknya, ibu yang mengonsumsi lebih dari 300 mg kafein sehari lebih mungkin melahirkan bayi yang kecil.
Jadi, boleh-boleh saja ibu hamil mengonsumsi kopi asalkan tidak berlebihan. Satu cangkir kopi tidak akan menyakiti si jabang bayi. Ingat, tidak lebih dari 200 mg kafein per hari, ya!

3. Mitos Ibu Hamil Jangan Makan Pedas, Nanti Cepat Kontraksi
Makanan pedas dipercaya bisa menimbulkan kontraksi pada ibu hamil, sehingga kelahiran bayi menjadi lebih cepat. Mitos ini tidak memiliki dasar ilmiah sama sekali. Larangan makan pedas bagi ibu hamil tentu masuk akal, jika alasannya takut diare atau mengalami gangguan pencernaan lainnya. Jadi, makanlah makanan yang mengandung cabai secara wajar saja.

4. Mitos Ibu Hamil Perlu Minum Air Kelapa Muda agar Bayinya Putih
Banyak orang memercayai bahwa wanita hamil yang rajin minum air kelapa muda akan melahirkan jabang bayi berkulit putih bersih. Hal ini tentu tidak mungkin jika kedua orangtuanya berkulit gelap. Warna kulit ditentukan oleh gen dan bukan oleh jenis makanan atau minuman tertentu.

5. Mitos Wanita Hamil Suka Daging Anaknya Laki-Laki, Jika Suka Sayur Anaknya Perempuan
Jika selama hamil ibu lebih menyukai daging, maka bayinya adalah laki-laki; jika suka sayuran, maka bayinya perempuan. Mitos yang satu ini tentu tidak berdasar, sebab jenis kelamin bayi akan ditentukan oleh jumlah kromosom X dan Y ketika terjadi pembuahan. Selain itu, selera makan ibu hamil bisa saja berubah-ubah dan tidak menentu.

6. Mitos Wanita Hamil Tidak Boleh Creambath atau Mengecat Rambut
Selama masa kehamilan dilarang creambath, mengecat rambut, atau bahkan meluruskannya. Hal ini mungkin saja untuk menghindari berbagai bahan kimia yang terdapat pada produk perawatan rambut dan bisa membahayakan janin.

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum mengecat rambut saat hamil, antara lain:

· Hindari mewarnai rambut Anda saat trimester pertama, karena organ-organ bayi Anda masih berkembang. Tunggulah hingga trimester kedua.

· Jika Anda memilih untuk mewarnai rambut Anda sendiri, kenakan sarung tangan. Bukalah jendela saat mengecat agar sirkulasi udara lebih baik, juga untuk meminimalkan paparan bahan kimia. Lagi pula, ibu hamil umumnya lebih sensitif terhadap bau (termasuk bau cat yang menyengat), sehingga ventilasi ruangan yang baik dan sirkulasi udara yang cukup, dapat mencegah mual.

· Bilas rambut Anda secara menyeluruh pada akhir proses.

· Highlight rambut lebih disarankan ketimbang mewarnai seluruh rambut. Hal ini karena bahan kimia yang digunakan hanya diserap oleh rambut Anda, dan bukan oleh kulit kepala atau aliran darah. Dengan memperhatikan hal-hal di atas ibu hamil tidak perlu khawatir untuk tetap tampil gaya dan tampil cantik.

7. Mitos Wanita Hamil Jangan Mandi Air Panas
Selama masa kehamilan, wanita hamil dilarang mandi air panas. Bayangkan jika selama hamil tinggal di daerah yang sangat dingin dan harus mandi air dingin juga.

8. Mitos Ibu Hamil Dilarang Dekat dan Memelihara Kucing
Ibu hamil tidak boleh dekat-dekat atau bahkan memelihara kucing di rumahnya, karena bisa menimbulkan keguguran atau bahkan masalah kesehatan bagi bayi yang dikandungnya. Mitos ini tentu begitu familiar, meskipun tidak selalu benar.

Kotoran kucing dapat membawa infeksi parasit yang disebut toksoplasmasis. Jika Anda terkena toksoplasmasis saat hamil (khususnya pada trimester satu), atau bahkan beberapa bulan sebelum hamil, bayi dapat mengalami kerusakan mata atau otak. Bila Anda terserang pada trimester kedua dan ketiga, bayi biasanya aman. Pada dasarnya, kotoran kucinglah yang akan menyebarkan virus tokso yang bisa saja menimbulkan masalah bagi kandungan ibu hamil. Artinya, selama tidak kena kotorannya, maka berada dekat atau bahkan memelihara kucing tentu bukan masalah bagi wanita hamil.

9. Mitos Bentuk Perut Wanita Hamil Bisa Dilihat dari Bentuk Perut Ibunya
Jika bentuk perut ibu hamil terlihat turun, maka bayinya laki-laki. Sebaliknya, jika terlihat menonjol ke atas, maka bayinya perempuan. Penentuan jenis kelamin ini tentu tidak masuk akal. Sebab bentuk perut ibu hamil akan dipengaruhi oleh tonus otot perut mereka dan bukan oleh jenis kelamin bayinya.

Ini beberapa contoh mitos seputar kehamilan dan masih banyak lagi mitos-mitos yang beredar di tengah masyarakat.

Bagaimana Menyikapi Mitos seputar Kehamilan

Bagaimana tanggapan para wanita yang sedang hamil mengenai mitos tersebut? tentu saja berbeda. Ada yang dengan mentah-mentah mempercayai mitos tersebut dan ada pula yang skeptis atau tidak percaya sama sekali. Lalu sikap apa yang harus ditunjukkan guna menanggapi mitos-mitos yang ada tentang kehamilan? Pertama harus cerdas ! kemudian mencari informasi lebih lanjut terlebih dahulu mengenai mitos-mitos tersebut dan rajin melakukan pemeriksaan kehamilan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baik bunda…Yuk hamil dengan cerdas dan bahagia!

Sumber : https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1166/mitos-seputar-kehamilan

Share it :
Facebook
WhatsApp
Email
Lihat Juga artikel Lainnya

Artikel Terkait

NatureAce

Xerosis

Xerosis kutis adalah istilah medis untuk kulit kering yang tidak normal. Kulit kering biasa terjadi pada orang tua. Xerosis kutis

Baca Semua...»
NatureAce

Batu Empedu

Di dalam kantung empedu terdapat cairan yang disebut sebagai empedu dan berperan dalam pencernaan lemak. Batu empedu akan terbentuk ketika

Baca Semua...»
NatureAce

Asam Urat

Penyakit asam urat merupakan kondisi yang bisa menyebabkan gejala nyeri yang tak tertahankan, pembengkakan, serta adanya rasa panas di area

Baca Semua...»
NatureAce

Faringitis

Faringitis adalah peradangan pada faring, yakni bagian belakang tenggorokan. Penderita akan merasa sakit, tidak nyaman atau gatal, pada bagian belakang

Baca Semua...»
NatureAce

Sirosis

Sirosis adalah komplikasi atau stadium lanjut dari berbagai penyakit hati, berupa terjadinya kerusakan sel-sel hati yang membentuk jaringan parut (fibrosis)

Baca Semua...»
NatureAce

Mata Kering

Mata kering atau dalam dunia medis yang disebut dengan dry eye syndrome merupakan kondisi ketika permukaan kornea dan konjungtiva mengalami kekeringan.

Baca Semua...»
NatureAce

Depresi

Depresi atau major depresive disorder (MDD) adalah gangguan perasaan atau suasana hati (mood) yang menyebabkan perasaan sedih yang terus-menerus dan

Baca Semua...»
NatureAce

Neuritis Optik

Neuritis optik adalah kondisi peradangan pada saraf mata (saraf optik). Saraf optik berfungsi mengirim informasi dari mata ke otak. Kondisi

Baca Semua...»

Login

0