
Kandungan penting :
Sifat kimiawi dan farmakologis : terasa pahit, hangat, sedikit toxic (beracun). Berkhasiat melancarkan peredaran darah, melunakkan masa / benjolan yang keras. Kandungan kimia : Bunga : Anthocyanins, cyanidin, delphinidin, pelargonidin, malvidin, kaempherol, quercetin. Akar : cyanidin monoglycoside.
Bagian yang digunakan :
Akar, daun, bunga, dan biji
Khasiat :
Biji :
- Peluruh haid (Emenagog)
- Mempermudah persalinan (Parturifasien)
- Kanker saluran pencernaan bagian atas
Bunga :
- Peluruh haid
- Mengakhiri kehamilan (abortivum) dipakai bunga warna putih
- Pembengkakan akibat terpukul (haematom)
- Rematik sendi
- Bisul (furunculolsis)
- Gigitan ular
- Radang kulit (dermatitis)
Daun :
- Keputihan (leucorrhoea)
- Tulang patah / retak (fracture)
- Mengurangi rasa nyeri (analgetik)
Akar :
- Peluruh haid
- Anti-inflamasi (antiflogistik = anti radang)
- Rematik
- Tertusuk tulang / benda asing di kerongkongan
Cara penggunaan :
Untuk diminum, gunakan biji pacar air (3-10 g). Untuk kanker, gunakan biji (60 g) sekali rebus. Bisa juga rebus bunga (5 tangkai) atau daun dan akar (masing-masing 1/2 genggam).
Untuk pemakaian luar, giling halus bunga segar, lalu tempelkan ke tempat yang sakit, seperti bisul, rematik sendi, radang kulit bernanah, bengkak akibat terpukul (hematoma), dan gigitan ular.
Gunakan juga daun segar yang digiling halus untuk menurap bengkak akibat tulang patah (fraktur) dan radang pinggir kuku (cantengan).
Selain itu, air rebusan daun bisa digunakan untuk mencuci luka dan merangsang pertumbuhan rambut.





