operasi
Perawatan Luka Paska Operasi

Luka yang terjadi paska operasi adalah suatu kondisi rusaknya kontinuitas jaringan, struktur dan fungsi anatomis kulit normal akibat adanya proses patologis yang berasal dari lingkungan internal ataupun eksternal dan mengenai organ tertentu. Perawatan dan pengelolaan terhadap luka dalam hal ini menjadi salah satu faktor yang menentukan hasil akhir dari proses penyembuhan luka.

Infeksi luka operasi ternyata bisa memicu terjadinya komplikasi. Luka post operasi atau luka pasca operasi biasa juga disebut dengan luka operasi adalah luka yang sengaja dibuat dengan prosedur pembedahan / operatif. Perawatan luka post operasi adalah tindakan untuk merawat luka dan melakukan pembalutan untuk menjadikan luka kotor menjadi luka bersih. Perawatan luka post operasi ini diperlukan demi mencapai proses penyembuhan luka yang optimal serta mencegah supaya tidak terjadi infeksi pada luka.

Tujuan dari perawatan luka post operasi, yaitu :

  • Untuk mencegah dan melindungi luka dari infeksi,
  • Untuk mencegah masuknya kuman dan kotoran ke dalam luka,
  • Agar luka tetap bersih,
  • Untuk menyerap eksudat,
  • Untuk melindungi luka dari trauma,
  • Untuk memberikan pengobatan pada luka,
  • Untuk mencegah cedera jaringan yang lebih lanjut,
  • Untuk meningkatkan dan mempercepat proses penyembuhan luka dan mengurangi rasa nyeri,
  • Untuk memberikan rasa aman dan nyaman,
  • Untuk mengevaluasi tingkat kesembuhan luka.

 

Namun, pada dasarnya terdapat dua faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka post operasi, yaitu :

1. Faktor intrinsik : Usia, status nutrisi dan hidrasi, oksigenasi dan perfusi jaringan, status imunologi, penyakit penyerta, seperti DM, arteriosclerosis).

2. Faktor ekstrinsik : Pengobatan, stres psikologi, infeksi, iskemia, trauma jaringan, istirahat dan perawatan luka yang dilakukan.

Umumnya, luka post operasi dikelompokkan dalam empat kategori. Pengelompokan ini dilakukan berdasarkan tingkat kebersihan luka tersebut dan kaitannya dengan kontaminasi bakteri, risiko terjadinya infeksi pada luka, maupun lokasi luka pasca operasi tersebut.

1. Derajat I : Luka post operasi yang dikategorikan bersih dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi maupun peradangan (inflamasi). Luka ini biasanya adalah luka pasca operasi pada mata, kulit, maupun sistem peredaran darah.

2. Derajat II : Luka post operasi yang dikategorikan bersih dan sedikit terkontaminasi. Meski belum ditemukan tanda-tanda infeksi, risikonya akan meningkat karena lokasi luka. Contohnya, luka pasca operasi di saluran cerna.

3. Derajat III : Luka akibat benda asing yang bersentuhan dengan kulit sejak sebelum operasi. Luka ini memiliki risiko tinggi untuk terkontaminasi oleh bakteri. Contoh luka derajat III adalah luka tembak. Bakteri yang menempel di peluru dapat mencemari kulit di sekitar areaoperasi.

4. Derajat IV : Luka post operasi yang mutlak terkontaminasi, misalnya luka yang terpapar oleh feses.

 

Tanda dan Gejala Infeksi Luka Post Operasi

Pasien pasca operasi sangat rentan terhadap infeksi, baik dari virus, bakteri maupun jamur. Namun terkadang kita tidak menyadari kapan infeksi mulai terjadi pada luka sehingga setelah infeksi sudah sangat parah kita baru tahu karena menimbulkan masalah kesehatan. Berikut ini adalah gejala dan tanda dari infeksi pasca operasi:

 

1. Dolor (nyeri)

Dolor adalah rasa nyeri, nyeri akan terasa pada jaringan yang mengalami infeksi. Ini terjadi karena sel yang mengalami infeksi bereaksi mengeluarkan zat tertentu sehingga menimbulkan nyeri . Rasa nyeri mengisyaratkan bahwa terjadi gangguan atau sesuatu yang tidak normal (patologis) jadi jangan abaikan rasa nyeri karena mungkin saja itu sesuatu yang berbahaya.

 

2. Kalor (panas)

Kalor adalah rasa panas, pada daerah yang mengalami infeksi akan terasa panas. Ini terjadi karena tubuh mengkompensasi aliran darah lebih banyak ke area yang mengalami infeksi untuk mengirim lebih banyak antibodi dalam memerangi antigen atau penyebab infeksi.

 

3. Tumor (bengkak)

Tumor dalam konteks gejala infeksi bukanlah sel kanker seperti yang umum dibicarakan tapi pembengkakan. Pada area yang mengalami infeksi akan mengalami pembengkakan karena peningkatan permeabilitas sel dan peningkatan aliran darah.

 

4. Rubor (kemerahan)

Rubor adalah kemerahan, ini terjadi pada area yang mengalami infeksi karena peningkatan aliran darah ke area tersebut sehingga menimbulkan warna kemerahan.

 

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Pasca Operasi

1. Umur.

Bayi mempunyai pertahanan yang lemah terhadap infeksi, lahir mempunyai antibody dari ibu, sedangkan sistem imunnya masih imatur. Dewasa awal sistem imun telah memberikan pertahanan pada bakteri yang menginvasi. Pada usia lanjut, karena fungsi dan organ tubuh mengalami penurunan, sistem imun juga mengalami perubahan. Peningkatan infeksi nosokomial juga sesuai dengan umur dimana pada usia 65 tahun kejadian infeksi tiga kali lebih sering daripada usia muda.

 

2. Nutrisi

Kondisi gizi buruk dapat mengakibatkan pasien mengalami berbagai komplikasi pasca operasi dan mengakibatkan pasien menjadi lebih lama dirawat di rumah sakit. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah infeksi setelah operasi, demam dan penyembuhan luka yang lama. Pada kondisi yang serius pasien dapat mengalami infeksi berat yang bisa mengakibatkan kematian.

 

3. Penyakit

Pasien dengan operasi usus, jika ia juga memiliki penyakit lain seperti Tuberculosis, Diabetes Melitus, kekurangan nutrisi dan lain-lain maka penyakit- penyakit tersebut tentu saja amat sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh sehingga akan mengganggu proses penyembuhan luka operasi. Faktor daya tahan tubuh yang menurun dapat menimbulkan resiko terkena infeksi nosokomial. Pasien dengan gangguan penurunan daya tahan: immunologik, usia muda dan usia tua berhubungan dengan penurunan kekebalan tubuh terhadap infeksi.

 

4. Obat-obatan yang digunakan

Pencegahan infeksi setelah operasi pada klien dengan operasi bersih terkontaminasi, terkontaminasi, dan beberapa operasi bersih dengan penggunaan antimikroba profilaksis diakui sebagai prinsip bedah. Pada pasien dengan operasi terkontaminasi dan operasi kotor, profilaksis bukan satu-satunya pertimbangan. Penggunaan antimikroba di kamar operasi, bertujuan mengontrol penyebaran infeksi pada saat pembedahan. Pada pasien dengan operasi bersih terkontaminasi, tujuan terapi antibiotik profilaksis untuk mencegah perkembangan infeksi dengan menghambat mikroorganisme.

Prinsip-Prinsip yang Harus Diperhatikan dalam Perawatan Luka Post Operasi

  • Ganti balutan pagi atau sore, sewaktu-waktu bila diperlukan
  • Bersihkan jika keluar darah dan langsung ganti kasa
  • Jaga luka agar tak lembab
  • Gunakan teknik aseptik
  • Awasi adanya tanda-tanda infeksi (gatal, panas, bengkak, kemerahan, penurunan fungsi)

 

Tips Cara Merawat Luka Post Operasi Secara Mandiri

1. Perhatikan ketika perban luka jahitan operasi diganti

Tidak ada salahnya untuk selalu memerhatikan bagaimana perawat atau dokter merawat luka jahitan operasi ketika masih di rumah sakit. Hal ini akan membuat kita tahu mana ciri-ciri luka operasi yang baik dan tidak. Dari situ juga, kita bisa menilai, mana yang baik untuk dilakukan ketika mengganti dan merawat luka jahitan operasi.

 

2. Pastikan luka operasi selalu bersih

Pastikan bahwa area di sekitar luka operasi selalu bersih. Jangan lupa untuk sering- sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah selesai beraktivitas.

Luka operasi biasanya tidak boleh basah atau terkena air sedikit saja, hingga luka kering dan sembuh. Karena itu, ketika mandi, pastikan bahwa luka jahitan telah dilindungi agar tidak terkena air.

 

3. Perhatikan luka operasi dari hari ke hari

Memperhatikan luka jahitan sangat penting. Jika memang tidak dapat mengganti perban luka jahitan operasi secara sendiri, maka harus sering-sering datang ke pelayanan kesehatan terdekat untuk mengganti perbannya. Dengan mengecek bagian luar, apakah di permukaan perban terdapat bercak merah atau kuning. Bila salah satu bercak ini terlihat pada perban luka jahitan, maka mungkin saja dapat mengalami perdarahan atau luka menjadi bernanah. Maka dari itu, segera cari bantuan medis untuk mencegah infeksi atau perdarahan bertambah parah.

 

Jenis-Jenis Makanan untuk Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Post Operasi

1. Makanan Berprotein

a. Protein nabati :Tempe, tahu, kacang-kacangan.
b. Protein Hewani : Hati, telur, ayam.

 

2. Makanan yang Mengandung vitamin C

Makanan yang mengandung protein dan vitamin C sangat penting peranannya dalam proses penyembuhan luka. Selain itu, vitamin C punya peranan penting untuk mencegah terjadinya infeksi dan perdarahan luka. Contoh makanannya, seperti : Jeruk, jambu, daun pepaya, bayam.

 

banner

Mempercepat penyembuhan dengan tanaman obat

Penggunaan bahan-bahan alami untuk penyembuhan luka sering dianjurkan karena minim efek samping? Menurut beberapa studi, bahan atau ekstrak alami juga lebih efektif atau sebanding dengan obat kimia dalam proses penyembuhan luka. Hanya saja, belum ada ketentuan standar dosis yang dianjurkan dalam penggunaan obat herbal. Mempercepat penyembuhan luka dengan cara alami bisa dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan di sekitar kita.

 

1. Madu

Madu merupakan bahan herbal yang punya segudang manfaat. Beberapa temuan menyatakan madu lebih efektif dibanding antibiotik biasa. Kendati demikian, madu yang berkhasiat untuk menyembuhkan luka adalah madu alami, bukan madu olahan. Kamu bisa memanfaatkan madu untuk menyembuhkan luka dengan cara mengoleskannya pada area luka atau sekitar area luka yang sudah dibersihkan.

2. Bawang Putih

Selain digunakan sebagai bumbu dapur, bawang putih (Allium sativum) juga memiliki zat antibakteri dan anti-inflamasi yang berguna untuk meredakan peradangan pada luka serta mencegah terjadinya infeksi. Kamu bisa memanfaatkan bawang putih dengan cara menghancurkannya terlebih dahulu dan balurkan pada area luka selama kurang lebih 20 menit. Jangan diamkan bawang putih terlalu lama ya, karena malah bisa merusak kulitmu.

3. Kentang

Kentang ternyata dipercaya berperan baik dalam proses penyembuhan luka, yakni dengan cara mencegah infeksi dan mengurangi peradangan, lho. Kamu bisa menumbuk kentang hingga berbentuk pasta, kemudian balurkan pada luka yang telah dibersihkan sampai semalaman. Gunakan perban steril agar pasta kentang bisa menempel pada luka sampai pagi hari.

4. Ikan Gabus

Ekstrak Ikan Gabus merupakan salah satu temuan yang terbukti efektif membantu penyembuhan luka operasi. Ikan gabus (Channa striata) memiliki kandungan asam amino seperti albumin yang cukup tinggi. Kandungan albumin pada ikan gabus bahkan lebih tinggi daripada ikan salmon, lho. Albumin sendiri berperan penting dalam pembentukan jaringan baru selama proses regenerasi atau penyembuhan luka. Kamu bisa memanfaatkan ikan gabus sebagai makanan penunjang selama proses pemulihan luka pasca operasi. Biar lebih praktis dan efektif, Sowbat cukup mengonsumsi ekstrak ikan gabus dalam bentuk suplemen yang telah tersertifikasi BPOM.

 

5. Kunyit dan Temulawak

Selain sebagai bumbu dapur, kunyit dan temulawak telah dikenal memiliki segudang manfaat. Beberapa di antaranya adalah sebagai disinfektan dan antiseptik, hingga obat luka. Kunyit dan temulawak mengandung senyawa khas bernama kurkuminoid yang terbukti secara ilmiah sebagai antimikroba, anti-inflamasi, dan wound dressing yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Kunyit dan temulawak dapat dimanfaatkan dalam proses penyembuhan luka, baik dari dalam (dengan cara dicampur bersama minuman) maupun dari luar (dengan cara dioleskan pada luka). Sebagai wound dressing, Sowbat dapat membuat pasta dari parutan kunyit ataupun temulawak, yang kemudian dapat dioleskan rutin pada luka.

 

Produk Herba untuk Mempercepat Proses Penyembuhan Paska Operasi

Anda bisa mengkonsumsi produk jamu kami Pro Neoplas untuk membantu mempercepat proses penyembuhan paska operasi dan memperbaiki sel tubuh.

Untuk penanganan pemeliharaan kondisi kesehatan pada penderita kanker, Pro Neoplas merupakan pilihan yang tepat. Dengan kandungan Rimpang Kunir Putih (100 mg), Daun Sirsak (100 mg), Rimpang Temu Kunci (75 mg), Daun Sambung Nyawa (75 mg), dan Bunga Rosella (50 mg) membuatnya menjadi jamu yang tepat untuk proses penyembuhan dan regenerasi sel pada penderita kanker :

Berikut manfaat kandungan Pro Neoplas :

  • Kandungan kunyit putih dapat melawan berkembangnya jamur dan bakteri pada tubuh.
  • Kandungan pada daun sirsak seperti: acetogenin, annocatalin, asam gentisic, annomuricin, caclourin, dan asam linoleat pun dapat dimanfaatkan untuk regenerasi sel tubuh.
  • Temu kunci memiliki kandungan senyawa kimia alami yang mampu menekan parasit penyebab giardiasis.
  • Sambung nyawa mengandung senyawa kimia flavonoid, sterol tak jenuh, triterpenoid, polifenol, saponin, steroid, asam klorogenat, asam kafeat, asam vanilat, asam para kumarat, asam para hidroksi benzoat, dan minyak atsiri yang mempunyai efek menghambat pertumbuhan sel kanker.
  • Kandungan asam protocatechuic dan senyawa polifenol banyak ditemukan dalam tanaman ini dan terbukti merupakan agen anti kanker yang baik.

 

Anda bisa konsumsi Pro Neoplas dengan dosis 3 x sehari 1 kapsul. Pro Neoplas dapat dikonsumsi sesudah makan. Pro Neoplas tersedia dalam kemasan blister isi 20 kapsul @300 mg.

Penggunaan jamu ini digunakan untuk pendamping obat pada terapi kanker, dan dikonsultasikan dengan dokter. Tidak digunakan pada anak-anak dan wanita hamil.

Pro Neoplas dapat diperoleh di distributor resmi PT. Nature Ace Indonesia yang merupakan distributor yang concern mengedarkan produk-produk saintifikasi jamu seperti Pro Neoplas. Produk ini dapat diperoleh di website resmi PT. Nature Ace Indonesia, yaitu https://natureace.id/, https://natureace.co.id atau link toko web : https://produk.natureace.id atau link toko shopee : https://shopee.co.id/natureaceindonesia. Selain Glucosin, terdapat produk-produk saintifikasi jamu yang lain yang merupakan hasil penelitian dari dokter maupun apoteker, diantaranya AG FIT untuk penyembuhan stroke, BEAUTYFIT untuk membantu memelihara kesehatan Wanita; ASILACT untuk memperlancar Air Susu Ibu; IMFRESHO untuk membantu memelihara daya tahan tubuh; PULMAXIN untuk membantu meredakan batuk dan melegakan tenggorokan; LIPOSTERA untuk membantu mengurangi lemak tubuh; PRO-LEX untuk membantu memelihara stamina pria; NEURINDEX untuk membantu meredakan pegal linu dan nyeri pada persendian; PRO NEOPLAS untuk membantu memelihara kondisi kesehatan pada penderita kanker; GLUCOSIN untuk membantu meringankan gejala kencing manis; MAAGNOFIT untuk membantu meringankan gangguan lambung seperti perut kembung, mual dan sakit perut.

Tingkatkan daya tahan tubuh, cegah dan obati penyakit dengan produk kesehatan saintifikasi terpercaya dari Nature Ace Indonesia.

Lihat juga versi visual penyakit dan jamu di www.natureace.co.id

 

Sumber :

https://ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/30-lihat/2369-luka-post-operasi-harus-rajin-dirawat-di-rumah-ketahui-tips-cara-perawatan-luka-post-operasi-secara-mandiri-dan-kenali-tanda-gejala-infeksinya

https://www.goapotik.com/posts/detail/luka-operasi-lebih-cepat-sembuh-pakai-ramuan-alami-ini

PRODUK JAMU TERKAIT TULISAN INI
Pro Neoplas
Pro Neoplas
Klik Link dibawah untuk Pembelian
HUBUNGI KAMI :
Bagikan :
Facebook
WhatsApp
Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat Juga artikel Lainnya

Artikel Terkait

mengkudu
NatureAce

Mengkudu

Mengkudu termasuk jenis kopi-kopian, dapat tumbuh di dataran rendah sampai pada ketinggian tanah 1.500 meter di atas permukaan laut. Mengkudu

Baca Semua...»
asma
NatureAce

Asma

Apa Itu Penyakit Asma Asma termasuk dalam jenis penyakit jangka panjang atau kronis. Asma terjadi ketika saluran udara mengalami penyempitan

Baca Semua...»

Sirih Merah

Kandungan penting : Minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, tanin-polifenol, steroid, dan neolignan. Pengujian farmakologi telah membuktikan sirih merah berkhasiat antiinflamasi (antiradang),

Baca Semua...»
NatureAce

HIV / AIDS

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang selanjutnya melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.

Baca Semua...»
NatureAce

Jamur Kulit

Ada begitu banyak jenis perawatan dan solusi untuk mengobati infeksi jamur kulit. Namun kita juga bisa melakukan pengobatan secara alami

Baca Semua...»
NatureAce

Kejang

Kejang adalah gejala yang timbul dari efek langsung atau tidak langsung dari penyakit sistem saraf pusat (SSP) atau disfungsi otak.

Baca Semua...»
oleander
NatureAce

Oleander

Oleander memiliki habitus : Semak, tinggi kurang lebih 4 m. Batang : tegak, bulat, berkayu, percabangan simpodial, bergetah, putih kotor.

Baca Semua...»

Login

0