
Dalam pengobatan tradisional, singkong dapat dioleskan langsung ke kulit untuk meningkatkan penyembuhan luka dan nyeri.
Pati singkong juga kadang-kadang digunakan sebagai bahan dalam suplemen vitamin C. Namun, meski memiliki berbagai manfaat, kamu juga harus hati-hati dalam mengkonsumsinya. Pasalnya, tanaman singkong mengandung sianida dan bisa melepaskan zat beracun itu kala dikonsumsi utuh.
Kandungan penting :
Vitamin A, 37% vitamin C, 105 kalori, 25 persen mangan, 14 persen vitamin B6, dan 9 persen kalium, kolin, beta karoten, karbohidrat, protein, serat, magnesium, fosfor, kalsium, dan air.
Khasiat :
- Rematik
- Demam
- Sakit kepala
- Diare
- Mengusir cacing perut
- Mata sering kabur
- Menambah nafsu makan
- Luka bernanah
- Luka baru kena barang panas (contoh : knalpot)
Cara penggunaan :
Kupas kulitnya terlebih dahulu, kemudian merendam bagian batangnya yang berwarna putih di dalam air bersih selama 48-60 jam.
Setelah proses perendaman selesai, lanjutkan dengan memasak singkong hingga benar-benar matang sempurna. Anda bisa menggoreng, merebus, atau mengukus singkong selama minimal 25 menit. Hal ini untuk mencegah keracunan sianida akibat mengonsumsi singkong mentah atau yang dimasak kurang matang.





