Nature Ace Navigation Menu
home Beranda shopping_bag Produk menu_book Edu mail Kontak
login Masuk Akun

Nature Ace Indonesia

EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper Betle Linn) TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 25923

person Admin Nature Ace
calendar_today 29 Oct 2022
schedule 5 min baca
EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper Betle Linn) TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 25923

ABSTRAK

Tanaman sirih (Piper betle L) merupakan jenis tanaman yang tumbuh merambat dengan ketinggian mencapai 5-15 m. Tanaman ini sebagai tanaman obat yang berkhasiat untuk penyembuhan terhadap penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus karena memiliki daya antiseptik yang baik.

Bagian tanaman yang digunakan yaitu daunnya karena banyak mengandung senyawa turunan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak daun sirih (Piper betle L) dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun sirih yang memiliki efek antibakteri paling efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus penyebab penyakit kulit.

Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 2 metode yaitu metode Refluks dan Maserasi dengan masing-masing konsentrasi ekstrak daun sirih (Piper betle L) yang terdiri atas satu faktor yaitu konsentrasi ekstrak daun sirih (Piper betle L) dengan taraf faktor 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Variabel respon yang diamati adalah luas zona hambat bakteri Staphylococcus aureus. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ekstrak daun sirih terdapat senyawa antibakteri yang efektif dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Zona hambat mulai terlihat pada konsentrasi 5%. Perlakuan dengan cara maserasi, pada konsentrasi 10% dan 20% zona hambat tidak berbeda nyata, sedangkan pada konsentrasi 15% dan konsentrasi 25% zona hambat yang dihasilkan berbeda nyata dengan semua konsentrasi yang digunakan. Perlakuan dengan cara refluks, pada konsentrasi 10% dan 25% zona hambat tidak berbeda nyata, sedangkan pada konsentrasi 15% dan konsentrasi 20% zona hambat yang dihasilkan berbeda nyata dengan semua konsentrasi yang digunakan.

Dengan demikian, diperoleh konsentrasi ekstrak daun sirih yang memiliki efek antibakteri yang paling efektif yaitu pada konsentrasi 25% dengan cara maserasi, sedangkan cara refluks yaitu pada konsentrasi 20%.

Tulisan dan penelitian dilakukan oleh Bustanussalam Bustanussalam, Devi Apriasi, Eka Suhardi, Dadang Jaenudin sebagaimana dimuat di tautan.

 

 

Bermanfaat?

Bagikan artikel ini ke rekan Anda

search Cari Pengetahuan

search_off

Artikel tidak ditemukan

psychology
smart_toy

Punya Keluhan Kesehatan?

Gunakan asisten AI Nature Ace untuk analisis gejala cepat dan rekomendasi herbal yang tervalidasi.

lock

Anda harus login

Silakan masuk ke akun Anda untuk melanjutkan aktivitas belanja di Nature Ace.

person
Lupa?
lock

Belum punya akun? Daftar Sekarang